Sisingaan (Kesenian Khas Jawa Barat)
Sisingaan
Sisingaan (gotong singa) adalah seni pertunjukan tradisional khas Subang Jawa Barat, seni pertunjukan ini menggunakan tandu sebagai media pertunjukannya. Sisingaan sendiri diciptakan pada 1975 oleh para seniman Sunda karena mengingat datangnya seni pertunjukan Reog Ponorogo yang datang dari Jawa Timur.
Sisingaan sendiri diilhami
oleh cerita suka cita perjalan para pengawal raja singa Barong dari kerajaan
Lodaya menuju kerajaan Daha. Meskipun sang raja sangatlah angkuh, namun para
pengawal tersebut sangat setia memikul tandu yang ditiduri oleh sang raja. Selain
cerita tersebut yang mengilhami sisingaan, sisingaan sendiri juga merupakan lambang
perlawanan masyarakat terhadap VOC.
· Pertunjukan Sisingaan
Dalam
pertunjukannya, sisingaan dimainkan oleh 4 penari dengan cara ditandu, lalu sisingaan
yang telah ditandu oleh 4 penari tersebut dialuni musik dan berjalan meuju
panggung acara. Setelah sampai di area acara, mereka mulai melakukan atraksi
ekstrim untuk menarik perhatian penonton.
· Penyajian Sisingaan
Ada
beberapa tahap dalam penyajian sisingan, penyajian tersebut adalah :
1. Tatalu
(tetabuhan, arang-arang, bukuka, atau keringan)
2. Kidung
atau kembang gadung
3. Sajian
ibingan seperti solor, gendang, ewang (kangsreng), catrik, kosong-kosong, dll
4. Atraksi/demo
: atraksi adem ayem. (atau genjring akrobat) dan liong barongsari.
· Makna dari Sisingaan
Selain
sebagai seni pertunjukan, sisingaan juga memiliki beberapa makna yang ada didalamnya
makna tersebut adalah :
· 1. Makna sosial : masyarakat Subang percaya
bahwa jiwa kesenian yang ada dalam sisingaan sangat berperan besar dalam diri
mereka, seperti sifat egalitarian, spontanitas, dan rasa memiliki dari setiap
kesenian rakyat yang ada diantara mereka
· 2. Makna Teatrikal : dari segi pertunjukan,
sisingaan menyajikan makna teatrikal yang menarik dan penuh nilai-nilai luhur
yang tumbuh diantara masyarakat Subang Jawa Barat.
· 3. Makna Komersial : pertunjukan sisingaan
mampu menumbuhkan dan menaikkan perekonomian masyarakat lokal, hal tersebut
dalam dilihat dari munculnya berbagai kelompok kesenian sisingaan dengan harapan
adanya peluang bisnis sekaligus melestarikan budaya leluhur mereka
· 4. Makna Universal : dalam setiap etnik kebudayaan
yang ada di Indonesia, sering kali dijumpai pemujaan terhadap binatang singa,
walaupun di Jawa Barat tidak ada pemujaan seperti itu, namun dalam konsep
masyarakat bukan hanya penerimaan singa saat muncul di habitatnya namun juga di
masyarakat yang dibuktikan dengan sisingaan.
· 5. Makna Spiritual : sisingaan dipercaya oleh
masyarakat lingkungannya untuk keselamatan (selametan) atau syukuran.
Komentar
Posting Komentar