Sisingaan (Kesenian Khas Jawa Barat)

 

Sisingaan

 

 



Source : https://id.wikipedia.org/wiki/Sisingaan
 

Sisingaan (gotong singa) adalah seni pertunjukan tradisional khas Subang Jawa Barat, seni pertunjukan ini menggunakan tandu sebagai media pertunjukannya. Sisingaan sendiri diciptakan pada 1975 oleh para seniman Sunda karena mengingat datangnya seni pertunjukan Reog Ponorogo yang datang dari Jawa Timur.

Sisingaan sendiri diilhami oleh cerita suka cita perjalan para pengawal raja singa Barong dari kerajaan Lodaya menuju kerajaan Daha. Meskipun sang raja sangatlah angkuh, namun para pengawal tersebut sangat setia memikul tandu yang ditiduri oleh sang raja. Selain cerita tersebut yang mengilhami sisingaan, sisingaan sendiri juga merupakan lambang perlawanan masyarakat terhadap VOC.

 

·         Pertunjukan Sisingaan

Dalam pertunjukannya, sisingaan dimainkan oleh 4 penari dengan cara ditandu, lalu sisingaan yang telah ditandu oleh 4 penari tersebut dialuni musik dan berjalan meuju panggung acara. Setelah sampai di area acara, mereka mulai melakukan atraksi ekstrim untuk menarik perhatian penonton.

 

·         Penyajian Sisingaan

Ada beberapa tahap dalam penyajian sisingan, penyajian tersebut adalah :

 

1.      Tatalu (tetabuhan, arang-arang, bukuka, atau keringan)

2.      Kidung atau kembang gadung

3.      Sajian ibingan seperti solor, gendang, ewang (kangsreng), catrik, kosong-kosong, dll

4.      Atraksi/demo : atraksi adem ayem. (atau genjring akrobat) dan liong barongsari.

 

·         Makna dari Sisingaan

Selain sebagai seni pertunjukan, sisingaan juga memiliki beberapa makna yang ada didalamnya makna tersebut adalah :

 

·        1. Makna sosial : masyarakat Subang percaya bahwa jiwa kesenian yang ada dalam sisingaan sangat berperan besar dalam diri mereka, seperti sifat egalitarian, spontanitas, dan rasa memiliki dari setiap kesenian rakyat yang ada diantara mereka

 

·       2. Makna Teatrikal : dari segi pertunjukan, sisingaan menyajikan makna teatrikal yang menarik dan penuh nilai-nilai luhur yang tumbuh diantara masyarakat Subang Jawa Barat.

 

·        3. Makna Komersial : pertunjukan sisingaan mampu menumbuhkan dan menaikkan perekonomian masyarakat lokal, hal tersebut dalam dilihat dari munculnya berbagai kelompok kesenian sisingaan dengan harapan adanya peluang bisnis sekaligus melestarikan budaya leluhur mereka

 

·      4.  Makna Universal : dalam setiap etnik kebudayaan yang ada di Indonesia, sering kali dijumpai pemujaan terhadap binatang singa, walaupun di Jawa Barat tidak ada pemujaan seperti itu, namun dalam konsep masyarakat bukan hanya penerimaan singa saat muncul di habitatnya namun juga di masyarakat yang dibuktikan dengan sisingaan.

 

·      5. Makna Spiritual : sisingaan dipercaya oleh masyarakat lingkungannya untuk keselamatan (selametan) atau syukuran.


Sumber rujukan penulisan : 

https://id.wikipedia.org/wiki/Sisingaan

Komentar

Postingan Populer